Rabu, 28 Oktober 2009

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Lihat gambar ukuran penuh


Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, belum lama ini. kembali menegaskan bahwa kasus pencemaran lingkungan saat ini terus meningkat dan cenderung semakin memprihatinkan. Hal itu tidak saja terjadi akibat limbah industri, melainkan juga oleh rumah tangga. 

Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya akan mengusut kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh industri. Para pencemar limbah rumah tangga pun akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Menurut dia, jika sudah cukup bukti adanya pelaku pencemaran lingkungan perairan atau laut, baik perorangan berupa limbah rumah tangga maupun oleh kelompok perusahaan, akan ditindak secara tegas. Kasus mereka akan diproses secara hukum sesuai UU no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Nabiel mengatakan, pembuangan limbah cair ke laut hingga saat ini diakui sangat sulit diatasi. Termasuk kasus tumpahnya limbah minyak dari kapal dari waktu ke waktu yang masih sering terjadi di laut.

"Akibatnya laut kita menjadi kotor dan mengandung limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3), begitu juga di hutan dan di daratan lainnya, pencemaran sangat memprihatinkan. Saat ini saja kasus pencemaran lingkungan yang masuk ke Pengadilan sudah ada sebanyak lebih dari 50 perkara," kata Nabiel.

Pencemaran di laut hingga saat ini, kata dia, masih menjadi masalah serius khususnya di Pantura Jawa, penyumbang limbah terbesar ke laut. Antara lain, limbah rumah tangga dan industri karena mereka membuang limbah setiap hari ke laut.

Sedangkan kasus pencemaran minyak dari kapal tanker meski insidentil tapi sangat berpengaruh besar bagi lingkungan laut.

"Limbah rumah tangga selain sampah juga tinja yang dibuang ke laut," ungkap Nabiel.

Pencemaran yang dianggap paling merepotkan adalah limbah dari rumah tangga yang setiap hari mencemari laut utara, dan sangat berbahaya bagi tambak-tambak udang maupun bandeng.

Akibat pencemaran itulah, ekspor udang dan bandeng menjadi menurun dan terganggu. Termasuk mengganggu biota laut lainnya. Ikan pun menghilang dari perairan Indonesia akibat limbah rumah tangga tersebut.

Hal itu dipicu minimnya kesadaran akan aspek lingkungan di Indonesia yang masih sangat rendah. Sejak tujuh tahun terakhir, banyak daerah dilanda longsor tiba-tiba.

Catatan Kementrian Lingkungan Hidup menyebutkan kerusakan lingkungan dan tanah longsor telah menimbulkan ratusan orang korban meninggal. Khususnya di Sumatera hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penyebab timbulnya kerusakan alam itu salah satunya akibat maraknya penambangan pasir dan eksploitasi alam secara liar. "Ini gejala yang sangat mengkhawatirkan," ungkap Nabiel.

0 komentar:

Posting Komentar

 

mini blog Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template